terkini24.com,- Guadalajara – Timnas Spanyol menghadapi krisis di lini serang menjelang babak gugur Piala Dunia 2026, setelah dua winger utama mereka, Yeremy Pino dan Nico Williams, dinyatakan cedera parah usai laga terakhir fase grup melawan Uruguay. Kedua pemain harus ditarik keluar lapangan dalam kondisi kesakitan pada laga yang berakhir 1-0 untuk La Furia Roja, Sabtu (27/6) dini hari WIB.
Pino, yang masuk sebagai pengganti Alex Baena di menit ke-66, mengalami cedera tulang selangka setelah bertahan hingga peluit akhir meski jelas kesakitan. Pelatih Luis de la Fuente menggambarkan kondisinya sebagai “sangat parah” dan memperkirakan pemain Athletic Bilbao itu akan absen untuk sisa turnamen. “Dia bermain dengan keberanian luar biasa, tapi cedera itu kemungkinan besar akan mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia,” ujar De la Fuente usai laga.
Sementara itu, Nico Williams, yang masuk menggantikan Lamine Yamal di menit ke-76, mengalami masalah di pangkal paha. Meski belum ada konfirmasi resmi, sumber di ruang ganti Spanyol mengungkapkan kekhawatiran bahwa cedera otot yang dideritanya bisa membuatnya absen hingga akhir turnamen. The Athletic melaporkan bahwa tim medis sedang mengevaluasi tingkat keparahan cedera, dengan kemungkinan besar Williams tidak akan kembali bermain sebelum final.
Kehilangan duo sayap berkecepatan tinggi ini menjadi pukulan telak bagi Spanyol, yang mengandalkan kecepatan dan penetrasi dari kedua pemain sejak awal turnamen. Dengan batas waktu pergantian pemain telah berakhir, skuad Spanyol kini hanya tersisa Ferran Torres sebagai satu-satunya winger yang sehat dan siap bermain. Victor Munoz, yang sebelumnya dianggap sebagai opsi cadangan, masih dalam proses pemulihan dari cedera betis sejak laga pembuka melawan Saudi Arabia.
Tanpa Pino dan Williams, strategi permainan Spanyol kemungkinan besar akan berubah. De la Fuente harus memutar otak untuk memaksimalkan potensi pemain seperti Baena, Yamal, atau bahkan memainkan Marc Cucurella sebagai winger kiri, meski ia lebih dikenal sebagai bek sayap.
Kehilangan dua pilar serang ini bukan hanya soal kekuatan ofensif, tapi juga mengancam dinamika permainan Spanyol yang selama ini mengandalkan sayap sebagai ujung tombak serangan. Dengan babak 16 besar menghadang, keputusan De la Fuente dalam menyusun ulang lini serang akan menjadi kunci apakah Spanyol bisa melanjutkan ambisinya meraih gelar juara untuk pertama kalinya sejak 2010.
Spanyol kini menempati puncak Grup H dengan tujuh poin, dan akan menghadapi runner-up Grup G—kemungkinan besar Belgia atau Mesir—dalam laga babak 16 besar yang akan digelar pekan depan. Tanpa Pino dan Williams, perjalanan La Furia Roja menuju tahta dunia akan diuji jauh lebih berat dari yang diperkirakan.

















