Terkini24.com,- Timnas Belanda nyaris melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0, namun sundulan heroik Issa Diop di menit ke-89 membatalkan mimpi De Oranje dan memaksa laga berlanjut ke tambahan waktu. Pertandingan seru babak 32 besar itu berlangsung di Stadion Monterrey, Selasa (30/6/2026), dan berakhir dengan skor 1-1 setelah 90 menit.
Sejak awal, pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi. Maroko, yang tampil percaya diri sebagai underdog, menguasai 51 persen penguasaan bola dan secara konsisten mengancam pertahanan Belanda. Lini belakang De Oranje harus bekerja ekstra berkat tekanan berulang dari Achraf Hakimi dan rekan-rekannya. Kiper muda Bart Verbruggen, baru berusia 23 tahun, tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial di babak pertama.
Belanda, meski lebih diunggulkan, kesulitan membongkar pertahanan rapat Atlas Lions. Serangan balik yang menjadi andalan Ronald Koeman kerap terhenti di depan kotak penalti. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, menggambarkan dominasi strategis Maroko meski tak mampu memanfaatkan peluang emas.
Kebuntuan pecah di menit ke-72. Umpan akurat Crysencio Summerville membelah pertahanan Maroko, membiarkan Cody Gakpo leluasa mengeksekusi tembakan rendah ke pojok gawang. Gol itu seakan menjadi kunci kemenangan Belanda, dan sebagian besar waktu sisanya dihabiskan untuk bertahan.
Namun, di detik-detik terakhir, keajaiban terjadi. Pada menit ke-89, tendangan sudut dari Maroko disambut sundulan kuat Issa Diop yang meluncur deras ke pojok atas gawang Verbruggen. Gol tersebut langsung memicu ledakan sorak di seluruh tribun, sekaligus menghancurkan harapan Belanda untuk langsung menang.
Dengan hasil ini, laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu, dan kedua tim kembali berjuang mempertahankan nyawa mimpi mereka. Diop, yang sebelumnya jarang tampil sebagai starter, berubah menjadi pahlawan bagi Marokoโmenjadi simbol ketahanan dan semangat pantang menyerah.
Pertandingan ini bukan hanya soal gol telat, tapi juga bukti bahwa di Piala Dunia, tak ada yang bisa dianggap pastiโbahkan ketika waktu hampir habis.
















