terkini24.com,- Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter, menyatakan kegembiraannya menyambut laga kontra Prancis di babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski lawan itu dianggap sebagai salah satu kandidat juara terberat. Poter tak melihat pertemuan ini sebagai beban, melainkan momen impian yang telah lama ia idamkan sejak masa kecil.
Swedia lolos ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dengan empat poin, setelah bermain imbang 1-1 melawan Jepang di Stadion Dallas pada 26 Juni 2026. Sementara itu, Prancis tampil dominan di Grup I, menang mutlak tiga kaliโtermasuk kemenangan telak 4-1 atas Norwegiaโdan menjadi juara grup tanpa kekalahan.
Meski banyak pihak memandang undian ini sebagai ujian berat bagi tim Skandinavia, Potter justru menegaskan bahwa menghadapi tim sekelas Les Bleus adalah bagian tak terhindarkan dari perjalanan menuju gelar juara dunia. โIni pertandingan yang selalu diimpikan sejak kecil. Bermain di New Jersey melawan Prancis di babak gugur Piala Duniaโtidak ada yang lebih besar dari ini,โ ujar Potter dalam wawancara resmi Federasi Sepak Bola Swedia.
Potter mengakui kekuatan Prancis yang dipimpin Didier Deschamps, dengan lini depan mematikan berisi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise. โMereka punya pemain kelas dunia di setiap posisi, pernah menjuarai Piala Dunia, dan punya pelatih yang tahu cara menang. Tapi itulah tantangan yang harus kita hadapi di fase gugur,โ tambahnya.
Dengan semangat penuh keyakinan, Potter menekankan bahwa timnya siap memberikan kejutan. โKami sangat menghormati Prancis, tapi kami benar-benar menantikan pertandingan ini. Kami bukan tim yang datang hanya untuk ikut-ikutan.โ
Laga Swedia vs Prancis dijadwalkan berlangsung di New Jersey pada awal Juli 2026, menjadi laga pembuka babak 32 besar yang diantisipasi jutaan fans global. Bagi Swedia, ini bukan sekadar pertandinganโini adalah kesempatan membuktikan bahwa keberanian dan disiplin bisa mengalahkan bintang-bintang besar.
















