Terkini24.com,- Pertandingan antara Swiss dan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan kembali bayangan traumatis dari laga 2014 di Brasilia. Kedua tim, yang sama-sama melaju ke perempat final, akan bertemu lagi setelah 12 tahun — dengan sisa pemain legendaris dari pertemuan sebelumnya masih menghiasi lapangan.
Pada 2014, Swiss nyaris mengalahkan Argentina di babak 16 besar setelah Blerim Dzemaili menyundul bola ke mistar gawang di menit ke-120, gagal menyamakan kedudukan setelah gol tunggal Di Maria. Kekalahan 0-1 itu sekaligus menjadi akhir karier pelatih Ottmar Hitzfeld bersama Timnas Swiss. Kini, Dzemaili telah pensiun, tetapi Granit Xhaka dan Ricardo Rodriguez masih menjadi tulang punggung Swiss. Di sisi Argentina, Lionel Messi — yang kala itu menjadi kapten — kembali memimpin tim sebagai kapten, menjadi satu-satunya pemain yang tersisa dari laga legendaris itu.
Pertandingan ini bukan sekadar laga lanjutan babak gugur, tapi juga momen reflektif bagi para pemain dan fans yang masih menyimpan kenangan mendalam atas kegagalan Swiss untuk melangkah lebih jauh, dan keajaiban Argentina yang bertahan hingga ke final pada 2014. Kali ini, dengan semua pemain baru dan strategi berbeda, kedua tim siap menciptakan sejarah baru — tanpa mengabaikan hantu masa lalu yang masih menghantui.
















