terkini24.com,- Jakarta – Timnas Brasil berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang tipis 2-1 atas Jepang di Houston Stadium, Senin (30/6/2026) waktu setempat. Meski menang, performa Tim Samba jauh dari kesan dominan, bahkan diakui oleh legenda sepak bola global, Zlatan Ibrahimovic, sebagai performa yang belum meyakinkan.
Pertandingan berawal dengan kejutan ketika Kaishu Sano membawa Jepang unggul lebih awal. Brasil baru menyamakan kedudukan lewat gol Casemiro di menit ke-57. Kemenangan akhir baru diraih lewat gol penentu Martinelli di injury time—sebuah momen yang menyelamatkan, bukan bukti superioritas.
Ibrahimovic, yang menyaksikan laga dari kursi penonton, tak segan menyampaikan kritik tajam. “Brasil menang, itu yang penting di fase gugur. Tapi jangan salah, mereka tidak mengendalikan permainan. Mereka lambat memulai, mudah kehilangan bola, dan Jepang hampir memanfaatkan celah di pertahanan mereka berkali-kali,” ujarnya.
Menurutnya, meski Brasil memiliki sumber daya pemain terbaik dunia, kekurangan dalam intensitas, ketajaman akhir, dan kontrol permainan menjadi tanda bahaya besar. “Mereka punya segalanya—tapi tidak memainkannya dengan konsisten. Ancelotti harus segera memperbaiki detail-detail kecil, karena di babak berikutnya, kesalahan itu bisa dihukum habis-habisan.”
Pelatih Carlo Ancelotti sendiri mengakui bahwa Jepang bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Tim asuhan Hajime Moriyasu tampil disiplin, agresif, dan nyaris merobek pertahanan Brasil di beberapa serangan balik mematikan.
Dengan kemenangan ini, Brasil akan menghadapi pemenang laga antara Pantai Gading dan Norwegia di babak 16 besar. Namun, tantangan sebenarnya bukan hanya lawan berikutnya—tapi membangkitkan kembali identitas permainan Brasil yang dikenal sebagai “samba yang mengalir,” bukan hanya “samba yang bertahan.”
Di klasemen Grup C, Brasil tetap unggul dengan 7 poin dari 3 laga (2 menang, 1 seri), bersama Maroko yang juga sama-sama mengumpulkan 7 poin, namun kalah selisih gol. Sementara itu, Jepang yang tampil heroik menutup fase grup dengan 5 poin—hasil terbaik mereka sejak 2018—namun gagal melaju lebih jauh.
Kritik dari Ibrahimovic bukan sekadar suara lama yang berbisik. Ia adalah cerminan dari ekspektasi dunia terhadap tim yang memiliki sejarah lima gelar Piala Dunia. Di babak selanjutnya, Brasil tidak cukup hanya menang—mereka harus membuktikan bahwa mereka masih layak disebut raja sepak bola dunia.

















