terkini24.com,- Pengamat sepak bola nasional Supriyono menilai Timnas Indonesia masih memiliki dua pekerjaan rumah signifikan setelah meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menyoroti masalah transisi permainan yang belum tuntas serta kurangnya keklinisan dalam situasi set piece, dua hal yang berpotensi menjadi titik lemah saat menghadapi lawan berlevel tinggi di Piala Asia 2027.
Supriyono menunjuk kekalahan Indonesia melawan Vietnam di Piala AFF 2026 sebagai contoh nyata kegagalan dalam transisi, di mana pertahanan mudah ditembus akibat ketidakseimbangan antara fullback yang terlalu maju dan gelandang bertahan yang belum mampu menjadi penyaring efektif. Menurutnya, peran Thom Haye dan Joey Pelupessy di lini tengah sangat krusial dalam menstabilkan permainan, terutama mengingat gaya bermain terbuka yang diterapkan pelatih John Herdman.
Selain itu, meski Indonesia berhasil mencetak gol lewat tendangan Dean James dalam final melawan Thailand, Supriyono menekankan bahwa set piece belum dikelola secara optimal. Ia memperingatkan bahwa di Piala Asia 2027, Indonesia akan menghadapi tim-tim kuat seperti Jepang, Qatar, dan Thailandโyang semua memiliki keahlian tinggi dalam memanfaatkan situasi set piece.
Untuk mengatasi risiko kehabisan opsi di posisi gelandang bertahan, Supriyono mengusulkan Rivaldo Pakpahan dari Borneo FC sebagai pelapis potensial bagi Joey Pelupessy. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemain di bangku cadangan yang memiliki karakter serupa, padahal dalam turnamen panjang seperti Piala Asia, kedalaman skuad dan kesiapan menghadapi cedera atau kartu kuning menjadi penentu kesuksesan.

















