Terkini24.com,- UEFA resmi menolak penerapan aturan kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat berkomunikasi di lapangan, Rabu (2/7/2026), menyusul kebijakan serupa yang diberlakukan FIFA di Piala Dunia 2026. Keputusan ini berlaku untuk semua kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi, dengan penekanan bahwa wasit harus menilai setiap insiden secara individual.
UEFA menegaskan bahwa menutup mulut bukan tindakan otomatis melanggar peraturan, melainkan hanya bisa dihukum dengan kartu kuning jika terbukti dimaksudkan untuk menyembunyikan komunikasi yang dianggap tidak sportif. Pernyataan resmi UEFA menekankan bahwa keputusan ini tidak mengurangi otoritas wasit dalam menindak pelanggaran lain, seperti ujaran kebencian atau perilaku diskriminatif. Teknologi VAR tetap akan digunakan untuk mendukung pengawasan terhadap pelanggaran disiplin lainnya, namun tidak diperluas untuk kasus menutup mulut.
Kebijakan ini menjadi perbedaan signifikan antara FIFA dan UEFA menjelang Piala Dunia 2026, di mana wasit di turnamen global diberi wewenang memberi kartu merah untuk tindakan tersebut. Di Eropa, pendekatan tetap berfokus pada konteks dan niat, bukan pada bentuk fisik semata. UEFA menegaskan bahwa integritas permainan tetap menjadi prioritas utama, tanpa memperluas hukuman ke area yang tidak jelas pelanggarannya.
















