terkini24.com,- UEFA memutuskan tidak akan menerapkan aturan Prestianni Law di Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League musim depan, meski aturan tersebut sudah berlaku di Piala Dunia 2026. Keputusan ini diumumkan pada Kamis (2/7), menyusul kontroversi yang muncul setelah dua pemain—Miguel Almiron dan Piero Hincapie—mendapat kartu merah karena menutup mulut saat berbicara dalam situasi konfrontatif di turnamen FIFA.

Aturan yang diusulkan setelah insiden antara Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior dalam laga playoff Liga Champions Februari 2026 itu memicu debat luas tentang batas perilaku di lapangan. FIFA mengadopsinya sebagai bentuk sanksi tegas terhadap ucapan rasis atau seksis yang disampaikan secara diam-diam. Namun UEFA menilai, penilaian wasit terhadap niat dan konteks komunikasi pemain harus tetap menjadi dasar utama, bukan bentuk fisik menutup mulut. UEFA tetap menegaskan bahwa perilaku tidak sportif tetap bisa dihukum lewat proses disiplin, meski tidak langsung berujung kartu merah.

Selain Prestianni Law, UEFA juga memutuskan tidak menghukum kartu merah bagi pemain yang mogok bermain—kebijakan lain yang diterapkan di Piala Dunia 2026. Namun, mereka akan memperkuat penggunaan VAR untuk memastikan tendangan sudut yang seharusnya menjadi goal kick tidak salah diwasitkan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading