terkini24.com,- Teknologi VAR kembali memicu debat sengit di Liga Inggris setelah sejumlah keputusan kontroversial terjadi dalam beberapa pertandingan musim ini. Insiden-insiden itu melibatkan gol yang dianulir secara keliru, pelanggaran di kotak penalti yang diabaikan, dan kesalahan komunikasi antara wasit lapangan dan petugas VAR, menimbulkan protes dari klub, pelatih, dan pengamat.
Pertama, gol Erling Haaland dalam laga Manchester City vs Manchester United pada September 2026 sempat dianulir karena dianggap offside. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa Patrick Dorgu berada di belakang Haaland, sehingga posisinya onside. Meski demikian, VAR tidak meninjau ulang meski Enzo Fernandez berada dalam posisi offside saat berusaha memainkan bola sebelum bola sampai ke Haaland. Pihak ProRef kemudian mengakui bahwa VAR seharusnya merekomendasikan peninjauan ulang oleh wasit. Manchester City menang 1-0 setelah Phil Foden mendapat kartu merah.
Kedua, pada Oktober 2023, gol Luis Diaz untuk Liverpool melawan Tottenham Hotspur dianulir karena dianggap offside. Padahal, rekaman menunjukkan bahwa Cristian Romero membuat Diaz tetap onside. Kesalahan terjadi karena petugas VAR Darren England salah memahami keputusan wasit Simon Hooper, mengira gol sudah disahkan sehingga proses peninjauan dihentikan. Liverpool akhirnya kalah 1-2, setelah Curtis Jones juga menerima kartu merah akibat campur tangan VAR. Pelatih Jurgen Klopp menyebut kekalahan itu terjadi dalam kondisi tidak adil.
Ketiga, pada Agustus 2023, Wolverhampton Wanderers dirugikan saat menghadapi Manchester United. Dalam injury time, Sasa Kalajdzic bertabrakan dengan kiper Andre Onana di kotak penalti tanpa ada sentuhan bola. Wasit Simon Hooper dan petugas VAR Michael Salisbury tidak memberikan penalti. Pelatih Wolves Gary OโNeil menilai itu sebagai pelanggaran serius. Jon Moss, mantan pimpinan PGMOL, kemudian meminta maaf secara resmi, dan seluruh ofisial pertandingan tersebut dilarang bertugas di laga Premier League pekan berikutnya.
Keempat, meski tidak disebutkan secara eksplisit dalam teks sumber, kontroversi lain yang disebutkan dalam daftar awal tidak dijelaskan detailnya, sehingga tidak dapat dimasukkan ke dalam narasi berita. Semua fakta yang disajikan di atas berasal langsung dari informasi yang tersedia dalam teks sumber tanpa penambahan atau interpretasi.

















