terkini24.com,- Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengakui bahwa timnya masih dalam tahap penyesuaian terhadap gaya permainan baru, setelah hasil imbang 0-0 melawan Fulham di Anfield pada 12 September lalu. Meski sebelumnya meraih dua kemenangan berturut-turut—atas Atletico Madrid di Liga Champions dan Ipswich Town di Liga Inggris—performa The Reds justru menurun saat menghadapi tim tamu asal London itu. Iraola mengakui kekecewaan tim, tetapi menekankan bahwa fluktuasi hasil adalah bagian alami dari proses transformasi taktis.
“Saya mengerti rasa frustrasi beberapa hari yang lalu karena kami pun merasa frustrasi,” ujar Iraola, seperti dikutip dari Daily Mail. “Kami baru saja menjalani dua pertandingan bagus dan menganggapnya sebagai kemajuan, namun ternyata langkah berikutnya justru mundur.” Ia menegaskan bahwa penurunan performa bukanlah tanda kegagalan, melainkan tantangan yang harus diterima dalam perjalanan membangun identitas permainan yang konsisten.
Iraola menegaskan bahwa tujuan jangka panjang Liverpool tetap jelas: kembali ke level permainan yang ditunjukkan saat mengalahkan Atletico Madrid dan Ipswich Town. Menurutnya, gaya sepak bola yang agresif, penguasaan bola, dan pressing tinggi itulah yang ingin ditanamkan secara berkelanjutan, meski hasil sementara belum selalu mengikuti. Saat ini, Liverpool berada di posisi tengah klasemen Liga Inggris dengan enam poin dari satu kemenangan dan tiga hasil imbang, belum mampu menembus zona atas meski masih memiliki potensi besar.

















