terkini24.com,- Juergen Klopp menolak menghakimi performa Liverpool yang anjlok di musim 2025/26, meski tim asal Merseyside gagal mempertahankan gelar Premier League setelah menjuarainya pada musim sebelumnya. The Reds finis di posisi kelima dengan 12 kekalahan—hasil terburuk dalam beberapa tahun terakhir—dan memaksa Arne Slot diganti oleh Andoni Iraola.
Dalam wawancara eksklusif dengan ESPN, Klopp, yang kini menjabat sebagai Global Director of Football untuk Red Bull Group, mengaku tidak cukup dekat dengan operasional harian Liverpool untuk menilai akar masalah. “Saya sangat bahagia saat mereka juara musim lalu. Tapi saya tidak tahu apa yang salah di musim berikutnya,” ujarnya.
Klopp menekankan bahwa keluar dari zona juara bukanlah kegagalan tunggal, melainkan rangkaian dinamika kompleks yang sulit diprediksi. “Tidak ada yang senang dengan musim kemarin. Tapi mereka masih lolos ke Liga Champions. Itu tetap pencapaian besar.”
Ia pun memberi dukungan penuh kepada Iraola, pelatih baru yang diharapkan membawa Liverpool kembali ke jalur juara. “Andoni Iraola juga pelatih hebat, seperti Arne Slot. Tapi semua butuh kecocokan—keberuntungan, kestabilan, dan sedikit keajaiban agar semuanya berjalan panjang.”
Klopp juga menyentuh duka mendalam yang menghantam klub tahun lalu: kematian mendadak striker Diogo Jota. “Ada situasi di luar lapangan yang tidak bisa dibayangkan. Siapa pun yang menghadapinya akan kesulitan. Tapi itu sudah lewat. Sekarang, mereka harus fokus ke depan.”
Pernyataan Klopp itu menjadi semacam pelepasan simbolis bagi fans yang masih terpaku pada bayang-bayang masa kejayaan Klopp di Anfield. Kini, dengan Iraola sebagai arsitek baru, Liverpool berada di persimpangan: antara mempertahankan identitas dan membangun masa depan tanpa terjebak dalam nostalgia.
Tak ada yang menyalahkan, tak ada yang menuding. Hanya satu pesan jelas: musim lalu sudah berakhir. Yang tersisa adalah harapan—dan kepercayaan pada tim yang masih punya darah juara.

















