terkini24.com,- Shin Tae-yong dilarang melatih di Korea Selatan selama 10 tahun oleh Asosiasi Sepakbola Korea (KFA) terkait dugaan kekerasan terhadap pemain saat menangani Ulsan HD pada Agustus–Oktober 2025. Respons pelatih asal Korea itu, yang kini menangani Persija Jakarta, mengaku hukuman itu tidak adil namun memilih tidak membuka cerita lebih dalam demi menghindari dampak buruk bagi pemain dan iklim sepakbola domestik.

Hukuman tersebut dijatuhkan setelah KFA bekerja sama dengan Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan investigasi terhadap laporan kekerasan fisik, termasuk tamparan, yang dilaporkan sejumlah pemain. Selain itu, muncul pula kritik terkait dugaan kepergian Shin Tae-yong bermain golf di tengah jadwal kompetisi. Meski ia sebelumnya menyatakan tindakannya adalah bagian dari gaya latihan yang tidak bermaksud menyakiti, otoritas sepakbola Korea tetap memberikan sanksi paling berat.

Shin Tae-yong menegaskan bahwa hukuman ini hanya berlaku di Korea Selatan dan tidak memengaruhi posisinya sebagai pelatih Persija Jakarta. Ia juga mengaku sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding, namun belum memberikan detail lebih lanjut. Saat ini, ia fokus pada tugas barunya di Indonesia, di mana kontraknya dengan Persija berlaku hingga 2028.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading