terkini24.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat dukungan pertama dari negara Eropa, Ceko, atas rencana menjual sebagian hak komersial Piala Dunia melalui entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Dukungan ini diumumkan oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Ceko, David Trunda, pada 29 Juli 2026, menyusul penolakan keras dari UEFA dan perdebatan global terkait privatisasi turnamen terbesar sepak bola dunia.
Trunda menyatakan bahwa kerja sama dengan FIFA dinilai memberikan manfaat nyata bagi perkembangan sepak bola di negaranya. Ia menegaskan bahwa meski masih menunggu rincian teknis, secara pribadi ia melihat potensi positif dari skema yang menjanjikan dana hingga US$40 juta per asosiasi anggota FIFA jika proposal disetujui sebelum 19 September 2026. Ceko sendiri baru saja tampil di Piala Dunia 2026, tetapi gagal lolos dari fase grup sebagai juru kunci Grup A.
Di sisi lain, UEFA tetap menolak rencana tersebut dengan tegas, menilai bahwa prinsip dasar sepak bola tidak boleh diprivatisasi demi keuntungan finansial. Dalam pernyataan resmi, UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset yang bisa diperjualbelikan dan mengecam upaya FIFA untuk memberikan tenggat waktu kepada asosiasi anggota agar memilih antara dana satu kali atau kehilangan kesempatan itu. UEFA menekankan bahwa prioritas harus diberikan pada asosiasi, klub, liga, pemain, dan suporter, bukan investor swasta.
Skema FFE yang diusulkan Infantino berencana mengelola seluruh hak komersial Piala Dunia masa depan dengan melibatkan pihak swasta sebagai pemegang saham. Kritik terhadap rencana ini berpusat pada kekhawatiran akan hilangnya independensi pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan turnamen, serta terjadinya ketimpangan kekuasaan antara FIFA dan asosiasi anggota yang bergantung pada dana.

















