Terkini24.com,- Keputusan FIFA mencabut hukuman skorsing satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, memicu kemarahan besar dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar, sehingga secara otomatis harus absen di pertandingan berikutnya sesuai Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA. Namun, hanya beberapa jam sebelum laga, FIFA mengumumkan penangguhan sanksi berdasarkan Pasal 27, memungkinkan Balogun tetap tampil. Reaksi keras pun langsung muncul dari pelatih Belgia, Rudi Garcia, yang menyebut keputusan itu sebagai โ€œlelucon April Mopโ€ dan menilainya sebagai pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia sanksi kartu merah diubah sembari pertandingan sudah di ambang pintu.

RBFA menegaskan bahwa keputusan FIFA bertentangan dengan aturan yang konsisten diterapkan sepanjang turnamen. Federasi itu menekankan bahwa Pasal 66.4 jelas menyatakan bahwa pemain yang menerima kartu merah wajib menjalani skorsing otomatis di pertandingan berikutnya, tanpa pengecualian. Garcia menambahkan, keputusan ini bukan hanya merugikan timnya, tetapi juga merusak integritas peraturan sepak bola global. Belgia, yang siap berjuang habis-habisan melawan Amerika Serikat, merasa dikhianati oleh keputusan yang tampak tidak konsisten dan tidak transparan.

Baca Juga:

FIFA belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai alasan spesifik di balik penangguhan sanksi tersebut, meskipun menyatakan bahwa Komite Disiplin memiliki kewenangan untuk menangguhkan hukuman dalam kondisi tertentu. Namun, bagi Belgia, ini bukan soal kewenangan teknisโ€”tapi soal keadilan dan konsistensi. Laga antara Amerika Serikat dan Belgia pun berlangsung dengan tensi tinggi, bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga di ruang pers dan ruang keputusan federasi.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading