terkini24.com,- FIFA menangguhkan sanksi kartu merah pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah tekanan politik dari Presiden AS Donald Trump. Keputusan ini memicu kecaman keras dari mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, yang menilai tindakan tersebut merusak independensi peraturan sepak bola.

Keputusan penangguhan hukuman satu pertandingan itu diambil setelah Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino, menuntut tinjauan ulang keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Balogun dalam laga melawan Bosnia & Herzegovina. Akibatnya, Balogun dinyatakan layak bermain di babak 16 besar melawan Belgia. Blatter, melalui akun pribadinya di X, mengecam keras keputusan itu, menyatakan bahwa kartu merah tidak bisa dibatalkan oleh telepon politik, melainkan hanya oleh aturan dan badan independen. Ia mempertanyakan masa depan FIFA dengan mengatakan, โ€œSepakbola tidak boleh pernah menjadi arena permainan untuk perebutan kekuasaan politik.โ€

Baca Juga:

Komentar Blatter muncul di tengah gelombang kritik dari UEFA dan sejumlah negara, termasuk Jerman, yang menilai campur tangan politik dalam keputusan teknis sepak bola sebagai pelanggaran prinsip dasar olahraga. FIFA tetap mempertahankan posisi bahwa keputusan itu โ€œsesuai aturanโ€, meski tidak menjelaskan dasar hukum spesifik yang digunakan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading