terkini24.com,- Timnas Jerman kembali gagal menjaga gawangnya tetap bersih di Piala Dunia, setelah 12 tahun tanpa clean sheet sejak kemenangan epik atas Argentina di final 2014. Di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Boston, mereka dipermalukan Paraguay lewat adu penalti 3-4, usai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Kekalahan ini menjadi puncak tren suram yang terus berlanjut sejak gelar keempat mereka di Rusia 2014. Dua edisi berikutnya โ 2018 dan 2022 โ mereka gagal lolos dari fase grup, membuat fans kecewa. Baru di 2026, Julian Nagelsmann berhasil membawa *Die Mannschaft* kembali ke babak gugur, tapi mimpi lanjut ke perempat final segera pupus.
Paraguay yang tampil disiplin dan penuh semangat membuka skor melalui Julio Enciso pada menit ke-22. Jawaban Jerman datang lewat Kai Havertz yang menyamakan kedudukan pada menit ke-76. Namun, ketajaman serangan Jerman tak mampu menembus pertahanan Paraguay yang bertahan habis-habisan di masa tambahan waktu.
Ketika laga berlanjut ke adu penalti, sejarah berbalik. Sebelumnya, Jerman unggul sempurna dalam 10 kali adu penalti di Piala Dunia โ dari 1982 hingga 2022 โ tanpa pernah kalah. Kini, rekor legendaris itu runtuh. Tiga dari empat tendangan Jerman gagal, sementara Paraguay berhasil menuntaskan semua tembakannya, termasuk penalti penentu yang diubah menjadi kemenangan oleh Nick Woltemade.
Hasil ini memperpanjang daftar kegagalan defensif Jerman di turnamen besar. Dalam 10 laga terakhir Piala Dunia sejak 2014, gawang mereka telah kebobolan 24 kali โ dengan hanya dua kali bersih di fase grup 2026 melawan Curacao (7-1) dan Pantai Gading (2-1). Melawan Ekuador, mereka kalah 2-1, dan kini tersingkir oleh Paraguay lewat drama adu penalti.
Manuel Neuer, yang kembali dari masa pensiun sementara demi Piala Dunia 2026, kembali jadi saksi bisu kegagalan lini belakang. Meski bermain penuh durasi, ia tak mampu mencegah tiga tembakan penalti yang meleset dari kaki rekan setimnya โ sebuah ironi terhadap nama besar tim yang pernah dianggap sebagai โmesinโ sepak bola dunia.
Kini, Jerman kembali menjadi simbol keruntuhan setelah puncak kejayaan. Tidak ada lagi dominasi, tidak ada lagi kekokohan bertahan. Yang tersisa hanyalah pertanyaan besar: apakah era keemasan mereka benar-benar telah berakhir?
















