terkini24.com,- Babak pertama laga 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo berakhir dengan kontroversi. Harry Kane terjatuh di dalam kotak penalti setelah berbenturan dengan kiper Lionel Mpasi, namun wasit Adham Makhadmeh dari Yordania memutuskan tidak memberi tendangan penalti. Sebaliknya, ia justru memberi wasit tendangan bebas bagi tim Kongo, dengan alasan Kane melakukan simulasi.
Kejadian itu terjadi di menit akhir babak pertama, saat Inggris berusaha membalikkan keunggulan 1-0 yang dicetak Brian Cipenga pada menit ke-7. Kane yang berlari menuju umpan lambung, mengalami kontak ringan dengan Mpasi yang keluar dari gawang. Dalam gerakannya, Kane langsung jatuh ke tanah, menyebabkan seluruh lapangan berhenti. Wasit langsung meniup peluit, namun setelah konsultasi dengan VARโKhamis Al-Marriโputusan awal tetap dipertahankan.
Replay video menunjukkan bahwa kaki Kane belum bersentuhan dengan Mpasi saat ia mulai menjatuhkan tubuhnya. Kedua wasit, baik di lapangan maupun di ruang VAR, sepakat bahwa gerakan Kane lebih merupakan upaya untuk memperdaya wasit, bukan pelanggaran nyata. Keputusan ini langsung memicu protes dari pemain dan pelatih Inggris, yang merasa kehilangan peluang emas menyamakan kedudukan menjelang jeda.
Laga berlanjut dengan skor tetap 1-0 untuk Kongo, yang bertahan ketat meski diimbangi dominasi serangan Inggris. Jika hasil ini bertahan hingga akhir pertandingan, keputusan Makhadmeh dipastikan menjadi salah satu momen paling diperdebatkan di Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena potensi dampaknya terhadap kelanjutan perjalanan Inggris, tetapi juga karena menyoroti ketegangan antara kejujuran pemain dan batas tipis antara simulasi dan pelanggaran dalam sepak bola modern.
Sementara itu, Kongo tetap menjadi kejutan besar di turnamen ini, dengan pertahanan rapat dan kinerja heroik Mpasi yang menjadi penentu permainan. Inggris, yang diharapkan menang mudah, harus berjuang lebih kerasโdan mungkin akan menyesali keputusan wasit yang tidak berpihak pada mereka.
















