terkini24.com,- Piala Dunia 2026 berakhir bagi Timnas Jerman di babak 32 besar, setelah dikalahkan Paraguay lewat adu penalti 2-3 di Stadion Boston, Selasa (30/6/2026). Kekalahan ini tak hanya mengakhiri mimpi Die Mannschaft untuk melangkah lebih jauh, tetapi juga menjadi titik akhir bagi masa kepelatihan Julian Nagelsmann.
Dalam laga yang penuh drama, Jerman tertinggal lebih dulu lewat gol Julio Enciso pada babak pertama. Keseimbangan kembali tercipta pada menit ke-102 lewat gol Kai Havertz, namun wasit menghapusnya karena pelanggaran sebelumnya. Di waktu tambahan, Jerman gagal memanfaatkan peluang emas, dan pertandingan pun berlanjut ke adu penalti.
Dalam serangkaian eksekusi, tiga penendang JermanโHavertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tahโgagal mengubah bola menjadi gol. Sementara dari sisi Paraguay, hanya Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena yang meleset. Joshua Kimmich, Jamal Musiala, dan Nadiem Amiri sukses menuntaskan tugasnya, tetapi itu tak cukup mengimbangi keberhasilan Mauro Magalhaes, Gustavo Gรณmez, Matรญas Galarza, dan Josรฉ Canale.
Kekalahan ini menjadi puncak kegagalan Jerman di turnamen yang diharapkan menjadi ajang kebangkitan. Meski finis di puncak Grup E dengan enam poin, performa tim sepanjang turnamen dinilai konsisten di bawah ekspektasi. Kritik terhadap taktik Nagelsmann, terutama dalam hal konsistensi bertahan dan pengambilan keputusan di momen krusial, semakin menguat sejak laga pembuka.
Jurnalis BBC, Raphael Honigstein, mengonfirmasi bahwa masa depan Nagelsmann di tim nasional sudah pasti berakhir. โDi satu sisi, ini memang sudah diprediksi. Jerman tampil buruk. Jika pun lolos, yang menanti hanyalah kehancuran total di tangan Prancis,โ ujar Honigstein. โSaya khawatir ini adalah akhir bagi Julian Nagelsmann.โ
Kontrak Nagelsmann dengan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) memang masih berlaku hingga Juli 2028, tetapi kegagalan di Piala Dunia 2026 membuat DFB segera mengambil keputusan. Sumber resmi di DFB mengonfirmasi bahwa pelatih berusia 38 tahun itu telah dipecat secara resmi pada hari yang sama, sehari setelah laga melawan Paraguay.
Dengan kepergian Nagelsmann, Jerman kembali memasuki era transisi besar. Nama-nama seperti Hansi Flick, Thomas Tuchel, dan even pelatih muda seperti Marco Rose mulai disebut sebagai kandidat kuat pengganti. Namun, satu hal pasti: kekalahan ini bukan sekadar kegagalan di lapangan, tapi kegagalan sistemik yang memaksa Jerman merevisi seluruh arah sepak bolanya.
Paraguay, di sisi lain, merayakan kemenangan seolah sudah menjadi juara. Presiden Paraguay, Santiago Peรฑa, langsung mengumumkan libur nasional sebagai bentuk penghargaan atas sejarah besar timnya yang menyingkirkan salah satu raksasa dunia.
















