terkini24.com,- Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay dalam laga 32 besar di Boston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Kekalahan itu semakin pedih setelah gol Jonathan Tah pada menit ke-102 babak tambahan dianulir oleh wasit setelah meninjau VAR, dengan alasan gangguan terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill.

Gol yang seharusnya mengantarkan Die Mannschaft ke babak 16 besar itu berawal dari tendangan sudut. Waldemar Anton, bek Jerman, berdiri di depan Gill saat bola disilangkan ke kotak penalti. Bola memantul ke arah Tah yang langsung menyundulnya ke gawang. Tapi, wasit Jalal Jayed langsung menghentikan permainan, meninjau ulang lewat VAR, dan memutuskan gol tidak sah karena adanya gangguan terhadap kiper.

Reaksi pelatih Julian Nagelsmann tak bisa lebih tegas. โ€œTentu saja kami bisa bermain lebih baik dalam membongkar pertahanan, tapi itu gol yang sah. Konyol banget gol itu dianulir,โ€ ujar Nagelsmann, seperti dikutip dari Reuters. Ia menekankan bahwa keputusan itu bukan hanya merugikan timnya, tapi juga merusak esensi permainan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Jerman sendiri tampil kurang meyakinkan sepanjang laga. Meski unggul klasemen Grup E dengan enam poin, tim asuhan Nagelsmann kesulitan menembus pertahanan rapat Paraguay. Gol pembuka Jerman dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-32, sementara Paraguay menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Yerson Candelo di menit ke-78.

Setelah 120 menit berakhir imbang 1-1, laga pun berlanjut ke adu penalti. Paraguay sukses mengubah empat penalti mereka menjadi gol, sementara Jerman hanya mampu mencetak tigaโ€”dengan penalti terakhir Havertz yang gagal, memicu kehancuran mental tim.

Baca Juga:

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman yang sebelumnya dikenal sebagai tim tangguh di babak gugur. Ini adalah pertama kalinya sejak 2018 mereka tersingkir di putaran pertama fase gugur Piala Dunia. Nagelsmann pun menyebut kegagalan ini sebagai โ€œtidak cukup untuk sepak bola Jerman,โ€ menggarisbawahi tekanan besar yang kini menghantui timnasnya.

Jonathan Tah, yang baru saja kembali dari cedera, menjadi simbol kekecewaan tim. Golnya yang dianulir bukan hanya menghapus harapan kemenangan, tapi juga menutup kemungkinan Jerman melanjutkan perjalanan di turnamen yang dianggap sebagai momen kebangkitan setelah kegagalan di Qatar 2022.

Paraguay, di sisi lain, melangkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2010. Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi tim yang dikenal tangguh di pertahanan, sekaligus mengakhiri rekor buruk timnas mereka dalam adu penalti di Piala Duniaโ€”yang sebelumnya gagal di empat kesempatan berturut-turut.

Dengan tersingkirnya Jerman, harapan Eropa untuk mempertahankan gelar pun semakin tipis. Sementara di sisi lain, keputusan VAR yang kontroversial ini kembali memicu perdebatan global: kapan teknologi akan benar-benar mendukung keadilan, bukan menghancurkan momen-momen epik?

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading