terkini24.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Guadalupe, Selasa (30/6/2026) pagi WIB, menjadi ujian mental sekaligus bukti kebangkitan sepak bola Afrika. Maroko menang 3-2 lewat adu penalti atas Belanda, meski tertinggal lebih dulu lewat gol Cody Gakpo di babak pertama. Namun, Singa Atlas bangkit dengan garang, menyamakan skor di menit injury time dan bertahan tegar hingga babak tambahan berakhir imbang 1-1.
Secara statistik, Maroko jelas mendominasi. Mereka melepaskan 11 tembakanโlima di antaranya tepat sasaranโsementara Belanda hanya mampu menciptakan enam peluang, dua yang mengarah ke gawang. Taktik Belanda yang memilih formasi lima bek sejak menit pertama, dengan pendekatan defensif klasik, justru menjadi sorotan utama pasca-laga.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengaku terkejut dengan strategi lawan. โSaya tidak pernah membayangkan Belanda akan bermain seperti ini. Mereka dikenal sebagai tim yang menguasai bola dan menyerang dengan kekuatan penuh,โ ujarnya dalam wawancara dengan Reuters. โTapi saya melihat ini sebagai bentuk penghormatan. Mereka tahu kami bukan tim yang bisa diabaikan.โ
Kemenangan ini bukan kebetulan. Maroko, yang finis keempat di Piala Dunia 2022, kini kembali menunjukkan kematangan taktis dan mental juara. Dengan kemenangan ini, mereka melangkah ke babak 16 besar, di mana lawan selanjutnya adalah Kanadaโtim yang juga lolos sebagai runner-up Grup B.
Ouahbi menegaskan, timnya tidak datang untuk sekadar bertahan. โKami percaya pada gaya bermain kami. Kami tahu kekuatan kami. Tapi kami juga sadar: tidak ada tim yang tak terkalahkan. Jika kami salah, kami akan pulang dengan kepala tegak.โ
Kemenangan ini bukan hanya soal gol atau penalti. Ini adalah pernyataan bahwa sepak bola Afrika tidak lagi menjadi tamu yang patuhโtapi tuan rumah yang berani menantang tradisi. Belanda mungkin memilih bertahan, tapi Maroko justru membuktikan bahwa keberanian menyerang adalah bentuk tertinggi dari rasa hormat.
















