Terkini24.com,- BOSTON – Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, Paraguay kembali membuktikan diri sebagai sang maestro adu penalti. Dalam laga babak 32 besar di Stadion Gillette pada Selasa, 30 Juni 2026, La Albirroja menundukkan Jerman dengan skor 4-3 lewat adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Kemenangan ini tak hanya mengantarkan mereka ke babak 16 besar, tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia sebagai tim yang paling berbahaya di titik putih.

Ini adalah kali kedua Paraguay menang dalam drama adu penalti di fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, mereka pernah mengalahkan Jepang 5-3 pada babak 16 besar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, setelah 120 menit berlalu tanpa gol. Kali ini, keberhasilan mereka menghentikan ambisi Jerman jauh lebih bermakna. Bagi Der Panzer, kekalahan ini menjadi yang pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia—dikalahkan lewat adu penalti, bukan karena kekalahan dalam waktu normal maupun perpanjangan.

Dengan kemenangan ini, Paraguay menyamai catatan tim-tim legenda yang dikenal tangguh di titik penalti, seperti Italia dan Argentina. Kiper mereka, bersama dengan empat penendang yang tak tergoyahkan—termasuk sang pahlawan Orlando Gill yang mengeksekusi tendangan penentu—menjadi simbol ketenangan di bawah tekanan paling berat dalam sepak bola.

Sementara itu, Jerman pun harus menelan pil pahit. Tim yang pernah meraih empat gelar Piala Dunia kini terhenti di babak 32 besar untuk kedua kalinya dalam sejarahnya—dan yang pertama kalinya dengan cara yang paling menyakitkan: lewat adu penalti. Kegagalan ini menjadi puncak kekhawatiran akan kemerosotan kekuatan Jerman di level elit, setelah sebelumnya mereka gagal lolos ke babak gugur di Rusia 2018.

Dengan kemenangan ini, Paraguay tidak hanya melanjutkan tradisi tim kecil yang berani mengalahkan raksasa—mereka juga menegaskan bahwa di Piala Dunia, ketenangan lebih berharga daripada kekuatan. Dan di atas segalanya: di atas rumput Stadion Gillette, di tanggal 30 Juni 2026, dunia menyaksikan bahwa adu penalti bukan sekadar keberuntungan—tapi seni yang dikuasai oleh La Albirroja.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading