terkini24.com,- Jakarta – Dalam sebuah kejutan yang membangkitkan semangat seluruh bangsa, Paraguay berhasil menghentikan langkah Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan sengit yang berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, pada dini hari Rabu (30/6/2026) WIB berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu, sebelum akhirnya Los Guaraní menang 4-3 lewat adu penalti.
Kemenangan ini bukan sekadar lolos ke babak 16 besar—ini adalah sejarah. Paraguay, yang absen dari tiga edisi Piala Dunia berturut-turut sebelumnya, kini kembali menjadi raksasa yang ditakuti di panggung dunia. Kiper Orlando Gill menjadi pahlawan tak terduga dengan dua penyelamatan gemilang pada adu penalti, menggagalkan upaya pemain Jerman untuk menentukan nasib pertandingan.
Gol awal Paraguay datang dari serangan cepat di babak pertama, sementara Jerman menyamakan kedudukan lewat sundulan Jonathan Tah di menit ke-114. Namun, var menegaskan bahwa pelanggaran oleh Waldemar Anton terhadap Gill terjadi lebih dahulu—gol itu dianulir, dan keputusan itu menjadi titik balik.
“Ini adalah kehormatan besar. Kami menyingkirkan tim juara dunia. Ini kami dedikasikan untuk seluruh rakyat Paraguay,” ujar Gill, yang langsung menjadi ikon nasional usai pertandingan.
Pertandingan ini bukan hanya soal strategi dan ketahanan mental—tapi juga kebangkitan. Di tengah tekanan besar, tim yang dikenal disiplin dan tangguh di belakang mampu bertahan dengan gigih, bahkan ketika Jerman menguasai bola hingga 62 persen.
Kemenangan ini membuat Paraguay melangkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2010, dan menghadapi Prancis pada Jumat (5/7/2026) di laga penentuan. Sementara itu, Jerman—yang gagal lolos dari fase grup pada 2018 dan kini tersingkir di babak 32 besar—menghadapi krisis identitas. Pelatih Julian Nagelsmann menyebut timnya “tidak lagi sekuat dulu,” sebuah pengakuan pahit yang menggema di seluruh Eropa.
Di rumah, Presiden Paraguay langsung mengumumkan libur nasional sebagai bentuk apresiasi. Ribuan warga memadati jalan-jalan di Asunción, membakar kembang api dan menyanyikan lagu kebangsaan hingga pagi hari.
Dengan kemenangan ini, Paraguay membuktikan bahwa di Piala Dunia, tak ada tim yang terlalu kecil untuk menaklukkan raksasa—hanya yang berani berdiri tegak di depan badai.
















