terkini24.com,- Pemerintah Inggris mendesak FIFA untuk memberikan sanksi kepada tim nasional Argentina setelah para pemainnya membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” usai menang 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (15/7/2026). Insiden itu memicu protes diplomatik, dengan pemerintah Inggris menegaskan bahwa Kepulauan Falkland adalah wilayah mereka dan menolak segala bentuk instrumentalisasi politik dalam sepak bola. FIFA mengonfirmasi sedang mengevaluasi laporan pertandingan dan mempertimbangkan tindakan berdasarkan Kode Disiplin yang melarang pesan politik di stadion.

Juru bicara Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan bahwa “Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami,” seraya menekankan komitmen Inggris terhadap hak penentuan nasib sendiri penduduk pulau tersebut. Sekretaris Bisnis Peter Kyle menyebut tindakan para pemain Argentina “sama sekali tidak pantas” dan menegaskan bahwa politik harus dipisahkan dari olahraga. Sementara itu, pemimpin Liberal Demokrat Ed Davey bahkan menyerukan agar para pemain yang terlibat dihukum dengan skorsing dari final melawan Spanyol.

Di sisi lain, Presiden Argentina Javier Milei mempertahankan aksi tersebut sebagai “sangat valid” dan mencerminkan sentimen nasional yang dibagikan rakyat Argentina. Wakil Presiden Victoria Villarruel mendukung tindakan itu dengan mengunggah foto para pemain di media sosial dan menulis, “Malvinas adalah milik Argentina! Mereka melarang kami membawa [tanda] ke stadion, lupa bahwa kami membawanya dalam darah dan hati kami.” FIFA diperkirakan belum mengambil keputusan resmi sebelum final, meskipun denda hingga US$20.000 bisa dikenakan jika terbukti melanggar aturan.

Baca Juga:

Argentina akan menghadapi Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading