Terkini24.com,- Pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 antara Timnas Prancis dan Inggris berlangsung panas di Miami Stadium, Minggu, 19 Juli 2026 dini hari WIB. Duel antara dua raksasa Eropa ini menjadi momen spesial sekaligus laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis, sementara kedua tim memutar strategi besar dengan sejumlah pemain utama dicadangkan.
Laga ini menyita perhatian bukan hanya karena memperebutkan medali perunggu, tetapi juga karena Kylian Mbappe masih berpeluang merebut gelar Golden Boot dengan koleksi delapan gol hingga laga ini. Di kubu Prancis, Deschamps memilih memainkan Mike Maignan di gawang, lini belakang terdiri dari Malo Gusto, Ibrahima Konate, Maxence Lacroix, dan Theo Hernandez, dengan Warren Zaire-Emery dan Adrien Rabiot sebagai penghubung. Mbappe tetap menjadi ujung tombak, didukung Michael Olise dan Desire Doue. Sementara itu, Inggris mengejutkan dengan menurunkan Ivan Toney sebagai penyerang tunggal, dibantu Bukayo Saka dan Marcus Rashford, dengan Dean Henderson menjaga gawang. Harry Kane, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon sama sekali tidak masuk starting XI.
Susunan pemain yang berbeda dari biasanya menandai pendekatan kedua pelatih yang lebih fokus pada pemanfaatan kesempatan dan menjaga stamina menjelang masa depan. Prancis mengandalkan kecepatan dan individu seperti Mbappe, sementara Inggris mengandalkan kombinasi dinamis antara Saka, Rashford, dan Toney untuk membongkar pertahanan Les Bleus. Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi, menghadirkan duel antara gaya permainan tradisional dan pendekatan revolusioner di level tim nasional.
















