terkini24.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi sasaran protes keras dari kelompok suporter Prancis, Bad Gones, dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions antara Lyon melawan Sparta Praha di Stadion Groupama, Selasa (11/8). Dua spanduk besar bertuliskan “Infantino Assasino” dan “FIFA Mafia” dibentangkan oleh para ultras sebagai bentuk kecaman terhadap kebijakan yang dianggap merusak integritas sepak bola global.
Aksi ini menjadi protes publik pertama yang secara terbuka menyerang Infantino sejak ia menghadapi gelombang penolakan dari UEFA, UFC, dan CONCACAF atas rencananya menjual sebagian saham Piala Dunia melalui inisiatif FIFA Forward Enterprise (FFE). Proposal itu dinilai dibuat tanpa konsultasi memadai dengan anggota FIFA, sehingga memicu kemarahan di kalangan federasi dan suporter. Akibat tekanan yang semakin membesar, Infantino akhirnya menarik kembali rencana tersebut.
Kini, ia berada di pusat badai politik sepak bola internasional. Sejumlah federasi besar disebut sedang membahas kemungkinan membentuk kompetisi alternatif yang terpisah dari Piala Dunia FIFA. Meski sebelumnya diperkirakan akan terpilih kembali tanpa lawan pada pemilihan presiden FIFA Maret 2027, dukungan terhadap Infantino mulai runtuh. Laporan The Telegraph menyebut 73 negara masih mendukungnya, sementara 124 negara secara terbuka menentang kebijakannya.
Hingga kini, belum ada kandidat resmi yang menyatakan maju menggantikannya—namun ketidakpercayaan terhadap kepemimpinannya terus menguat di seluruh dunia.

















