terkini24.com,- Portugal dan Kroasia akan saling berhadapan dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Jumat, 3 Juni 2026, pukul 06.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar laga gugur biasa—ini adalah momen puncak bagi dua legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, yang mungkin menjadi penampilan terakhir mereka di panggung Piala Dunia.
Kedua tim melaju ke babak ini sebagai runner-up di grup masing-masing. Portugal finis di posisi dua Grup K, tertinggal dua poin dari Kolombia, sementara Kroasia mengamankan tiket 16 besar setelah menempati urutan dua di Grup L, hanya selisih satu poin dari Inggris. Meski sama-sama menunjukkan performa tidak konsisten di fase grup, keduanya membawa beban sejarah dan harapan besar dari jutaan penggemar.
Portugal memulai turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo, lalu meledak dengan kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan, di mana Ronaldo mencatatkan dua gol. Namun, di laga terakhir, tim asuhan Roberto Martinez harus puas dengan hasil imbang 0-0 melawan Kolombia, setelah ditekan habis-habisan dengan 24 tembakan lawan. Di sisi lain, Kroasia sempat kalah 4-2 dari Inggris di laga pembuka, tetapi bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Panama dan menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Ghana. Di pertandingan itu, Luka Modric, pada usia 39 tahun, mencatatkan assist sebagai pemain tertua sepanjang sejarah Piala Dunia, membantu Nikola Vlasic mencetak gol penentu di menit ke-83.
Secara head-to-head, Portugal mendominasi. Dari 10 pertemuan sebelumnya, Kroasia hanya mampu menang sekali, dengan tujuh kekalahan dan dua hasil imbang. Lima dari enam pertemuan kompetitif terakhir dimenangkan Portugal, termasuk kemenangan 2-1 di Euro 2016 yang menjadi awal perjalanan mereka menuju gelar juara. Meski demikian, kedua tim pernah bermain imbang 1-1 dalam laga UEFA Nations League 2024, menunjukkan bahwa Kroasia masih mampu menahan gempuran tim Eropa terkuat.
Portugal saat ini dalam kondisi prima: tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi (lima menang, tiga imbang), dengan hanya kebobolan empat gol dan empat clean sheet. Sementara Kroasia menang 11 dari 16 laga terakhir, tetapi keempat kekalahan mereka justru datang saat menghadapi tim dengan peringkat FIFA lebih tinggi—mengisyaratkan tantangan besar menghadapi tim peringkat lima dunia ini.
Dengan Ronaldo yang masih menjadi ujung tombak meski usianya menginjak 40 tahun, dan Modric yang terus mengalirkan permainan dengan ketenangan khasnya, laga ini bukan hanya soal taktik atau statistik. Ini adalah pertarungan antara dua generasi emas yang hampir berakhir—dua ikon yang telah mengubah sejarah sepak bola, dan kini berdiri di ambang pintu penutupan karier internasional mereka.
Pertandingan ini akan menjadi sorotan global, bukan hanya karena kualitas permainan, tetapi karena ia mungkin menjadi penutup epik dari dua legenda yang tak akan tergantikan.
















