terkini24.com,- UEFA mengeluarkan pernyataan keras mengecam keputusan FIFA yang menangguhkan skorsing otomatis satu pertandingan terhadap striker Timnas AS, Folarin Balogun, usai menerima kartu merah di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan itu memungkinkan Balogun tetap tampil saat AS menghadapi Belgia pada Selasa (7/7) pagi WIB, dan memicu kemarahan badan sepak bola Eropa yang menilai tindakan FIFA merusak integritas kompetisi.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa sanksi skorsing setelah kartu merah bukanlah kebijakan diskresioner, melainkan prinsip baku dalam peraturan FIFA yang wajib diterapkan tanpa pengecualian. Badan tersebut menilai keputusan itu sebagai pelanggaran terhadap kesetaraan aturan, terutama karena sejumlah pemain lain juga menghadapi situasi serupa dan tetap menjalani skorsing sesuai ketentuan. UEFA menambahkan bahwa tindakan ini menciptakan preseden berbahaya yang mengancam kredibilitas Piala Dunia 2026 sebagai turnamen yang adil dan konsisten.

FIFA menyatakan bahwa keputusan penangguhan diambil oleh panel independen berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin, dan menyerupai kasus serupa yang terjadi pada Cristiano Ronaldo di kualifikasi. Namun, laporan media menyebut adanya tekanan politik dari pihak ASโ€”termasuk intervensi Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan respons positif dari Presiden Donald Trump di media sosialโ€”yang diduga memengaruhi keputusan tersebut. Balogun, pencetak tiga gol hingga fase ini, menjadi pemain kunci AS, sehingga kehadirannya melawan Belgia dianggap vital bagi tim tuan rumah. UEFA menutup pernyataannya dengan menegaskan ketidakpercayaannya terhadap keputusan yang dianggap tidak dapat dipahami dan tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga:

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading