Sumbawanews.com,- Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, menolak menjadi eksekutor penalti dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Maroko di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026), sebuah keputusan yang memicu kontroversi hebat pasca kekalahan 2-3 lewat adu penalti.
Sebelumnya, De Oranje tampak mengendalikan jalannya pertandingan berkat gol Cody Gakpo di menit ke-72. Namun, sundulan Issa Diop pada injury time (90+1′) memaksa laga berlanjut ke babak tambahan, lalu berakhir di drama adu penalti. Dalam momen paling krusial itu, Van Dijkโyang dikenal sebagai algojo andalan sejak mencetak penalti penentu kemenangan di final Piala Liga Inggris 2021-2022โjustru tidak maju ke titik putih.
Alih-alih sang kapten, penyerang sayap West Ham United, Crysencio Summerville, yang dipilih sebagai penendang kelima. Padahal, menurut laporan jurnalis De Telegraaf, Valentijn Driessen, Summerville tengah mengalami kram otot saat itu. Tendangannya pun dengan mudah diblok kiper Maroko, Yassine Bounou, mengakhiri mimpi Belanda di turnamen ini.
Kegagalan ini bukan sekadar kekalahan biasa. Bagi publik Belanda, tersingkir di babak 32 besar setelah lolos dari grup yang berisi juara bertahan dan tim-tim kuat, dianggap sebagai bencana. Kritik pun mengalir deras, terutama karena Van Dijkโpemimpin di belakang lini pertahanan sekaligus simbol ketegasanโmemilih untuk tidak mengambil tanggung jawab di saat paling dibutuhkan.
Keputusan Van Dijk tidak serta-merta dijelaskan secara resmi oleh pelatih Ronald Koeman, yang kini telah mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan Timnas Belanda. Namun, sumber di dalam kubu tim menyebut bahwa keputusan itu bersifat internal, mungkin terkait kondisi fisik atau strategi psikologis yang disepakati tim.
Namun, fakta tetaplah fakta: di saat tim paling membutuhkan keberanian, sang kapten memilih mundur. Dan di balik kegagalan itu, muncul pertanyaan besarโapakah keputusan itu keberanian, atau kelemahan?
Dengan kekalahan ini, Belanda gagal melangkah ke 16 besar untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2014, sementara Maroko melaju ke babak berikutnya sebagai tim Afrika pertama yang menang atas De Oranje di ajang Piala Dunia.

















