Terkini24.com,- Mimpi Belanda melangkah jauh di Piala Dunia 2026 runtuh dalam drama adu penalti yang memilukan. Tim Oranye tersingkir di babak 32 besar setelah dikalahkan Maroko 2-3 lewat titik putih, usai bermain imbang 1-1 dalam 120 menit di Estadio Monterrey, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Kapten sekaligus tulang punggung pertahanan, Virgil van Dijk, tak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalam usai laga.
โRencana permainan kami berjalan baik hingga menit-menit terakhir,โ ujar Van Dijk, dikutip dari Reuters. โNamun, gol terlambat di injury time mengubah segalanya. Dan ketika sampai ke adu penaltiโฆ kami hanya bisa menyesal.โ
Gol awal Belanda diciptakan Cody Gakpo pada menit ke-72, berawal dari umpan tepat Crysencio Summerville yang dimanfaatkan sang penyerang dengan tembakan mendatar menghindari peluit Yassine Bounou. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Di masa injury time babak kedua, Chemsdine Talbi mengirim umpan silang mematikan yang disambut sundulan akurat Issa Diop, menyamakan skor 1-1 dan memaksa laga memasuki perpanjangan waktu.
Selama 30 menit tambahan, Maroko lebih banyak menguasai bola, sementara Belanda mengandalkan serangan balik cepat. Tapi tak satu pun tim mampu mencetak gol penentu. Ketegangan pun memuncak saat laga berlanjut ke adu penalti.
Belanda membuka sesi dengan tekanan tinggi melalui Teun Koopmeiners, yang sukses mengeksekusi. Namun, Neil El Aynaoui gagal mengeksekusi penalti pertama Maroko โ peluang emas yang seharusnya mengubah ritme. Tapi momentum langsung berbalik saat Justin Kluivert, putra legenda Patrick Kluivert, melewatkan tendangannya. Penendang berikutnya, Quinten Timber, juga gagal โ tendangannya melenceng tiang. Di sisi lain, Maroko tetap tenang: Achraf Hakimi sempat membentur tiang, tapi penendang terakhir mereka, Youssef En-Nesyri, sukses menuntaskan misi.
Van Dijk, yang memimpin lini belakang dengan gigih sepanjang pertandingan, tak menyalahkan siapa pun. โSelalu ada hal yang bisa diperbaiki. Tapi sekarang, semuanya sudah selesai. Kami kecewa, sangat kecewa. Ini bukan hanya tentang hasil, tapi tentang apa yang kami bangun bersama selama ini,โ katanya, suara terdengar berat.
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Belanda lebih awal dari yang diharapkan, sekaligus menjadi catatan pahit bagi generasi emas yang diharapkan bisa membawa pulang trofi. Sementara Maroko, dengan semangat pantang menyerah dan disiplin taktis, melangkah ke babak 16 besar sebagai tim yang kian menakutkan โ dan siap menghadapi Kanada dalam laga berikutnya.
















