terkini24.com,- Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menyajikan laga menarik antara Belgia dan Senegal di Seattle Stadium, Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB—pertemuan pertama kedua tim di ajang sepak bola terbesar dunia. Belgia, juara Grup G, menghadapi Senegal yang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, mempertaruhkan harapan benua Afrika di laga yang diprediksi bakal penuh ketegangan dan strategi.
Belgia yang peringkatnya ke-9 dunia versi FIFA, tampil tidak meyakinkan di fase grup. Tim asuhan Rudi Garcia sempat tersendat, ditahan imbang 1-1 oleh Mesir dan tak mampu mencetak gol saat menghadapi Iran. Namun, performa mereka bangkit drastis di laga terakhir dengan kemenangan telak 5-0 atas Selandia Baru, memberi napas segar menjelang babak gugur. Sebagai juara Piala Dunia 2018 di posisi ketiga, Belgia masih menyandang reputasi sebagai tim dengan generasi emas, meski gagal lolos dari grup di Piala Dunia 2022.
Sementara itu, Senegal menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Setelah dua kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia, tim asuhan Pape Thiaw menyelamatkan masa depannya dengan kemenangan gemilang 5-0 atas Irak—sekaligus mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Kemenangan itu membawa mereka ke babak 32 besar sebagai satu-satunya đại diện Afrika yang masih bertahan dari sembilan tim benua merah, memikul beban harapan seluruh benua tersebut.
Dengan kecenderungan Senegal yang rentan kebobolan, pertandingan ini menjadi ujian berat bagi pertahanan mereka. Di sisi lain, Belgia yang memiliki lini tengah kreatif dan serangan mematikan lewat pemain seperti Leandro Trossard, diharapkan bisa memanfaatkan celah lawan. Namun, performa tidak konsisten mereka di fase grup membuat prediksi menjadi sulit: apakah Belgia akan menunjukkan kualitas sejati mereka, atau Senegal akan kembali membuktikan diri sebagai tim yang mampu bangkit dari keterpurukan?
Pertandingan ini bukan sekadar lanjutan babak gugur, tapi juga simbol perlawanan antara kekuatan tradisional Eropa dan semangat perlawanan Afrika yang terus berkobar. Di Seattle, dua tim yang sama-sama lambat panas—tapi sama-sama berdarah-darah untuk menang—akan saling menguji ketahanan, mental, dan tekad. Siapa yang akan mampu menemukan ritme terbaiknya di saat-saat krusial? Hanya waktu yang akan menjawab.

















