terkini24.com,- Manchester – Setelah dua kali pergi dan kembali, Enzo Maresca akhirnya menegaskan komitmennya kepada Manchester City. Pelatih asal Italia itu resmi menggantikan Pep Guardiola sebagai manajer utama tim Etihad pada musim 2026/2027, dan dalam pernyataan resminya, ia berjanji: ini adalah kali terakhir ia meninggalkan klub.

Maresca, yang kini berusia 46 tahun, telah mengalami tiga masa kebersamaan dengan City. Pertama pada 2021, ketika ia meninggalkan tim U-23 setelah hanya sembilan bulan menangani generasi muda. Kedua, pada 2022, ia kembali sebagai asisten Guardiola dan berperan penting dalam meraih treble musim itu—juara Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. Namun, ia kembali pergi setelah satu musim, menerima tawaran melatih Leicester City di Championship, yang berbuah promosi dan gelar juara.

Pada 2024, Maresca pindah ke Chelsea, membawa The Blues menjuarai UEFA Europa Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025. Namun, pada awal 2026, ia memutuskan mundur dari Stamford Bridge—bukan karena hasil buruk, tapi karena hasratnya untuk memimpin Manchester City. Dalam wawancara eksklusif di situs resmi klub, ia mengaku meminta maaf kepada para pemain dan suporter Chelsea, karena keputusannya membuat performa tim menurun di semua ajang musim lalu.

“Ini kali ketiga saya pulang ke sini. Dan saya berjanji, ini adalah kali terakhir,” ujar Maresca. “Manchester City bukan sekadar klub. Ini adalah proyek, ini adalah visi, ini adalah tantangan terbesar dalam karier saya. Saya tidak ingin lagi berpindah. Saya ingin membangun warisan di sini.”

Kontraknya diteken selama tiga tahun, dengan opsi perpanjangan. Manajemen City diketahui telah menyetujui pembayaran kompensasi sebesar Rp400 miliar kepada Chelsea demi mendapatkan jasanya, menunjukkan betapa seriusnya rencana mereka untuk mempertahankan dominasi mereka di bawah kepemimpinan baru.

Dengan keberhasilannya di Leicester dan Chelsea, Maresca dianggap sebagai salah satu pelatih paling cerdas generasi terbaru di Eropa. Ia dikenal karena gaya permainan menyerang, disiplin taktis, dan kemampuan mengembangkan pemain muda—kualitas yang sangat dihargai di City.

Kini, dengan Guardiola yang telah menyelesaikan era keemasannya, Maresca siap memikul beban besar: melanjutkan tradisi juara tanpa mengubah identitas tim. Dan kali ini, ia tak ingin lagi menjadi tamu di Etihad. Ia ingin menjadi bagian dari sejarah.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading