terkini24.com,- London – Sebelum resmi menggantikan Pep Guardiola di Manchester City, Enzo Maresca telah mempersiapkan langkah besar itu sejak masih memimpin Chelsea. Kepindahannya yang mengejutkan pada awal 2026 ternyata bukan sekadar keputusan impulsif, tapi bagian dari rencana jangka panjang untuk mewarisi estafet pelatih legenda Man City.
Maresca, yang baru saja menuntaskan masa jabatannya di Stamford Bridge setelah membawa Chelsea juara Piala Dunia Antarklub 2025, mengundurkan diri secara mendadak pada Desember 2025. Kala itu, banyak yang menduga konflik internal menjadi penyebabnya. Namun, klaim resmi dari Chelsea justru mengungkap fakta yang lebih mengejutkan: pelatih berusia 36 tahun itu sudah menyampaikan niatnya untuk menggantikan Guardiola sejak musim gugur tahun sebelumnya.
Dalam pernyataan resmi, Chelsea menyebut bahwa Maresca secara terbuka mengaku memiliki komitmen kuat untuk mengambil alih posisi di Etihad Stadium, meskipun kontraknya dengan The Blues masih berlaku hingga 2028. “Kami yakin pikiran dan hatinya telah berada di tempat lain sejak awal,” kata pernyataan klub yang mengaku kecewa atas keputusan tersebut.
Man City, yang sejak lama mencari pengganti Guardiola, tidak tinggal diam. Klub asal Manchester itu diketahui telah menjalin komunikasi rahasia dengan Maresca sejak ia masih menangani Chelsea. Kesepakatan antara kedua belah pihak pun akhirnya terwujud pada akhir Juni 2026, dengan City bersedia membayar kompensasi sebesar Rp400 miliar kepada Chelsea demi mendapatkan sang pelatih.
Maresca sendiri baru saja menyelesaikan kontrak tiga tahun bersama Chelsea, yang dimulai pada 2024. Prestasinya di Stamford Bridge—termasuk trofi dunia—menjadikannya kandidat paling ideal untuk meneruskan warisan Guardiola yang memimpin City selama satu dekade dan meraih tujuh gelar liga Inggris.
Ketika diumumkan sebagai manajer baru City, Maresca tak menyembunyikan ambisinya. “Saya tahu ekspektasinya besar,” ujarnya dalam pernyataan resmi. “Tapi saya siap. Bukan untuk menggantikan Pep, tapi untuk melanjutkan perjalanan yang sudah ia bangun.”
Kendati Chelsea mengaku kehilangan pelatih berbakat di tengah masa kejayaan, mereka memilih memaklumi keputusan Maresca demi menjaga stabilitas tim dan menghindari skandal lebih besar. Dengan kepergiannya yang terencana dan transparan, Maresca bukan lagi sekadar pelatih ambisius—ia telah menjadi figur yang menentukan masa depan dua raksasa Eropa dalam satu gerakan strategis yang tak terduga.
















