terkini24.com,- Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea pada Januari 2026 memang mengejutkan dunia sepak bola. Pelatih asal Italia itu meninggalkan The Blues di tengah musim, menyebabkan krisis kepelatihan yang berimbas pada ambisi Eropa klub asal London itu. Namun, dalam pengumuman resmi usai resmi ditunjuk sebagai pelatih Manchester City pada 29 Juni 2026, Maresca secara tegas menyangkal anggapan bahwa ia sengaja merusak masa depan mantan klubnya.

Dalam pernyataan resmi di situs Manchester City, Maresca mengaku keputusan mundur dari Chelsea adalah keputusan pribadi yang berat, diambil setelah pertimbangan panjang. โ€œSaya tidak pernah berniat menyakiti Chelsea atau menghancurkan apa yang telah kami bangun bersama,โ€ ujarnya. โ€œKlub ini telah memberi saya kesempatan luar biasa, dan saya sangat berterima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan kehangatan dari semua pihak di sana.โ€

Maresca memang sukses besar di Chelsea. Di musim pertamanya pada 2024/2025, ia membawa tim meraih dua trofi bergengsi: Piala UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Di bawah kendalinya, Chelsea sempat duduk di posisi lima Liga Inggris sebelum kepergiannya. Setelah ia pergi, tim yang dipimpin sementara oleh Liam Rosenior mengalami penurunan performa drastis dan akhirnya gagal menembus zona Eropa, berakhir di posisi kesepuluh.

Kepindahan Maresca ke Manchester City tidak terjadi tanpa konsekuensi. Klub merah-putih itu mengakui telah mendekati Maresca sejak akhir 2025, sebuah langkah yang diyakini memengaruhi fokus pelatih selama paruh kedua musim. City akhirnya menyetujui pembayaran kompensasi sebesar Rp400 miliar kepada Chelsea sebagai bentuk penghormatan atas kontrak yang masih berjalan.

Meski kini memegang tongkat kepemimpinan di Etihad Stadium dengan kontrak hingga 2029, Maresca tak lupa menyampaikan permintaan maaf atas kekacauan yang ditimbulkan oleh kepergiannya. โ€œSaya tahu keputusan saya menimbulkan gangguan, dan saya benar-benar menyesal atas hal itu. Tapi saya juga percaya, ini adalah langkah yang harus saya ambil untuk melanjutkan perjalanan karier saya.โ€

Kini, Maresca berhadapan dengan tantangan terbesar: menggantikan legenda Pep Guardiola. Namun, ia menekankan bahwa masa depan bukan soal dendam atau balas dendam. โ€œSaya datang ke sini bukan untuk menghancurkan masa lalu, tapi untuk membangun masa depan. Dan saya akan melakukannya dengan rasa hormat yang sama seperti yang saya rasakan saat meninggalkan Chelsea.โ€

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading