terkini24.com,- Jerman akan menghadapi Paraguay dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) pukul 03.30 WIB di Stadion NRG, Houston. Sebagai juara Grup E, Die Mannschaft datang dengan performa mengesankan di dua laga awal—menang telak 5-0 atas Curacao dan 4-0 atas Pantai Gading, mencetak sembilan gol tanpa balas. Namun, kekalahan 2-1 dari Ekuador di laga terakhir fase grup mengguncang kepercayaan diri tim asuhan Julian Nagelsmann, yang kini menekankan pentingnya kembalinya kedisiplinan defensif.
Paraguay, yang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup D, berhasil mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan. Mereka menahan imbang Australia 0-0 di laga penentuan, setelah sebelumnya meraih kemenangan 1-0 atas Turki. Tim yang dikenal disiplin taktis dan tangguh di pertahanan ini mencatatkan pencapaian terbaiknya di Piala Dunia 2010, ketika menembus perempat final.
Pertemuan antara kedua tim bukanlah hal baru. Di Piala Dunia 2002, Jerman menang 1-0 lewat gol telat Oliver Neuville di babak 16 besar. Pertemuan terakhir mereka di laga persahabatan pada Agustus 2013 berakhir 3-3, menunjukkan betapa sulitnya menghentikan serangan Paraguay yang penuh kejutan.
Nagelsmann tak menyepelekan lawan. Ia secara terbuka memperingatkan timnya bahwa Paraguay bukanlah tim yang bisa dianggap remeh. “Mereka punya pengalaman, fisik kuat, dan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan detik,” ujarnya.
Kunci laga ini terletak pada kemampuan Jerman memanfaatkan superioritas teknis dan kedalaman skuad. Kai Havertz, yang menjadi ancaman utama di lini depan saat melawan Curacao dan Pantai Gading, akan menjadi tumpuan serangan. Di sisi lain, Paraguay mengandalkan kecepatan sayap dan konsistensi kiper, yang berhasil menjaga gawangnya tetap bersih dalam 130 menit laga melawan Australia.
Kemenangan bagi Jerman akan mengembalikan kepercayaan tim setelah dua edisi Piala Dunia terakhir gagal melangkah jauh. Sementara bagi Paraguay, ini adalah kesempatan langka untuk membuktikan bahwa mereka masih menjadi kekuatan konsisten di kancah dunia.
Dengan tekanan tinggi dan harapan sejarah di pundak, laga ini bukan sekadar pertandingan—ini adalah ujian karakter bagi dua tim yang sama-sama ingin melanjutkan mimpi mereka di Piala Dunia 2026.
















