terkini24.com,- Pelatih legendaris Korea Selatan, Hong Myung-bo, resmi mengundurkan diri usai timnas Taeguk Warriors gagal melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkannya satu hari setelah kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan di Monterrey, Meksiko, pada 24 Juni 2026, yang mengakhiri harapan Korea untuk menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Korea Selatan finis di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin dari tiga laga: satu menang, dua kalah. Kemenangan mereka datang atas Meksiko, tetapi kekalahan telak dari Portugal dan kekalahan dramatis dari Afrika Selatan membuat mereka tersingkir meski masih memiliki peluang teoretis lolos sebagai peringkat ketiga terbaik. Hasil pertandingan lain di hari terakhir fase grupโterutama kemenangan RD Kongo atas Kolombiaโmenghapus semua harapan Korea untuk melanjutkan perjalanan.
Ini adalah kegagalan kedua Hong Myung-bo dalam dua kesempatan sebagai pelatih kepala di Piala Dunia. Pada edisi 2014, ia juga gagal membawa timnya melewati fase grup. Ia kembali dipercaya memimpin tim nasional pada Juli 2024, dengan kontrak yang seharusnya berlanjut hingga Piala Asia AFC 2027. Namun, kegagalan di panggung tertinggi sepak bola dunia membuatnya memilih mundur dengan tanggung jawab penuh.
Dalam konferensi pers di pusat pelatihan tim di Zapopan, Meksiko, Hong, yang kini berusia 57 tahun, mengakui bahwa performa tim tidak memenuhi ekspektasi. โIni adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih. Saya tidak bisa meminta pemain untuk terus berjuang tanpa hasil yang memadai,โ ujarnya, tanpa menyalahkan siapa pun.
Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi Federasi Sepak Bola Korea (KFA), yang sejak lama mengandalkan Hong sebagai simbol kebangkitan sepak bola nasional. Mantan kapten timnas yang memimpin Korea meraih peringkat empat di Piala Dunia 2002 itu kini meninggalkan kursi pelatih dengan catatan prestasi yang belum sepenuhnya memuaskan di level dunia.
KFA kini harus segera memulai proses pencarian pelatih baru, dengan tenggat waktu ketat menjelang Piala Asia 2027. Para pengamat memperkirakan nama-nama seperti Choi Kang-hee atau bahkan pelatih berpengalaman di Eropa akan menjadi kandidat kuat. Namun, tantangan terbesar bukan hanya mencari pelatih, melainkan membangun kembali kepercayaan publik yang kian meredup setelah dua kegagalan beruntun di Piala Dunia.
Hong Myung-bo meninggalkan timnas dengan segudang pengalaman, namun juga dengan tanda tanya besar: bisakah Korea Selatan kembali menjadi kekuatan besar di pentas dunia, atau apakah era kejayaan mereka sudah berlalu?
















