Terkini24.com,- Timnas Korea Selatan resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai gagal melangkah ke babak 32 besar, mengakhiri harapan besar negeri Ginseng yang optimistis menyambut format turnamen baru berisi 48 tim. Kegagalan ini memicu gelombang kemarahan di dalam negeri, berpuncak pada keputusan langka stasiun televisi nasional KBS: memburamkan wajah pelatih Hong Myung-bo selama siaran konferensi pers pasca-laga.

Korea Selatan, yang awalnya mengejutkan dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, justru tumbang berturut-turut dari Afrika Selatan 0-1 dan Meksiko 1-3. Hasil itu membuat Taeguk Warriors finis di posisi ketiga Grup D dengan tiga poin, gagal menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik lantaran Republik Demokratik Kongo mengalahkan Uzbekistan 3-1. Kegagalan ini bukan hanya mengejutkan, tetapi dianggap sebagai malapetaka oleh publik dan pemerintah.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, secara terbuka menyampaikan kekecewaan mendalam. Ia menyalahkan keputusan manajerial federasi sepak bola yang memilih Hong Myung-bo sebagai pelatih, bukan karena kompetensi, tapi karena loyalitas kelompok. โ€œIni bukan hanya kejutan, tapi kebingungan besar. Jika loyalitas lebih diutamakan daripada kapasitas, hasilnya sudah bisa ditebak,โ€ ujar Lee dalam pernyataan resmi.

Tekanan tak hanya datang dari้ซ˜ๅฑ‚, tapi juga dari media. KBS, stasiun televisi publik paling berpengaruh, memilih memburamkan wajah Hong Myung-bo selama tayangan konferensi persโ€”sebuah simbol visual yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga Korea. Langkah ini langsung menjadi viral di media sosial, dianggap sebagai bentuk penghinaan publik terhadap kegagalan sistemik.

Baca Juga:

Bahkan, jurnalis KBS dilaporkan mendatangi hotel tim di Monterrey untuk menyelidiki apakah kondisi akomodasi turut memengaruhi performa skuadโ€”sebuah tindakan yang menunjukkan betapa dalamnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan tim nasional telah runtuh.

Di tengah badai kritik, Hong Myung-bo akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin, 29 Juni 2026. โ€œSaya meminta maaf dengan tulus kepada seluruh rakyat Korea yang setia mendukung tim ini. Semua tanggung jawab atas kegagalan ini ada di pundak saya,โ€ ujar mantan kapten timnas yang pernah memimpin Korea Selatan ke semifinal Piala Dunia 2002 itu.

Dengan mundurnya Hong Myung-bo, era kejayaan sepak bola Korea Selatan di level dunia tampak memasuki masa transisi paling suram dalam dua dekade terakhir. Laga melawan Afrika Selatan di Monterrey bukan sekadar kekalahanโ€”ia menjadi simbol kehancuran kepercayaan, dan penghujung sebuah babak yang tak terlupakan karena malu, bukan karena kebanggaan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading