terkini24.com,- Stephen Eustaquio mencetak gol penentu di menit ke-90+2, membawa Kanada menang 1-0 atas Afrika Selatan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, California. Kemenangan ini mengantarkan Tim Canadia melangkah ke babak 16 besar, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap menjadi tantangan terberat bagi lawan berikutnya—baik Belanda maupun Maroko.
Gol tunggal Eustaquio, yang lahir dari kerja tim yang terkoordinasi sempurna, bukan sekadar momen keberuntungan. Pemain berusia 29 tahun itu langsung menjadi simbol perlawanan dan ketahanan mental Kanada yang tak kenal menyerah. “Ini bukan hanya gol saya. Saat saya menembak, saya merasa seluruh tim ikut menembak bersama saya,” ujar Eustaquio usai laga.
Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi sepak bola Kanada, yang kini melangkah lebih jauh dari pencapaian sebelumnya di Piala Dunia. Di bawah arahan Jesse Marsch, tim asal Amerika Utara itu menunjukkan disiplin taktis, kecepatan lini tengah, dan ketajaman di momen krusial—kualitas yang jarang dimiliki tim-tim non-eropa di ajang ini.
Eustaquio tak hanya puas dengan lolos ke babak berikutnya. Ia secara terbuka menyampaikan pesan kepada Belanda dan Maroko, dua tim yang masih bertarung untuk menentukan lawan Kanada di 16 besar. “Jika mereka lolos, mereka akan menghadapi pertandingan terberat yang pernah mereka rasakan di Piala Dunia ini,” tegasnya.
Belanda, yang masih belum terkalahkan di fase grup, dan Maroko, tim yang mengejutkan dunia dengan performa konsisten, kini harus waspada. Kanada bukan lagi tim yang hanya mengandalkan bakat individu, melainkan tim yang bermain sebagai satu kesatuan—dengan semangat yang menggelegar dan tekad untuk mengejar gelar.
Dengan kemenangan ini, Kanada menjadi satu-satunya tim dari benua Amerika Utara yang lolos ke babak 16 besar tanpa kebobolan sekalipun di fase gugur. Mereka kini menjadi kuda hitam sejati di Piala Dunia 2026—dan Eustaquio, dengan golnya di menit terakhir, telah mengubah dirinya menjadi pahlawan nasional.
















