terkini24.com,- Maroko memaksa Belanda tersingkir lewat adu penalti dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Guadalupe, Meksiko, Senin (29 Juni 2026), setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Kemenangan 3-2 bagi tim Afrika Utara itu bukan sekadar keberhasilan taktis, tapi juga melanjutkan legenda mereka sebagai juru selamat di titik putih.
Belanda sempat unggul lewat gol Cody Gakpo pada menit ke-72, memperkuat harapan Oranje untuk melangkah jauh. Namun, semangat juang Maroko tak terbendung. Di menit ke-90+1, Issa Diop menyamakan kedudukan dengan sundulan mematikan dari umpan tendangan bebas, menciptakan sejarah: gol pertama tim Afrika yang menyamakan kedudukan atau membalikkan keadaan di masa injury time fase gugur Piala Dunia.
Dengan gol itu, Maroko membuktikan mental baja yang jarang dimiliki tim-tim besar. Mereka tak goyah meski tertinggal hingga detik-detik terakhir. Di babak adu penalti, kiper Yassine Bounou menjadi pahlawan, menghalau satu tembakan sekaligus memberi kepercayaan diri bagi rekan-rekannya. Tiga penendang MarokoโAchraf Hakimi, Sofyan Amrabat, dan Youssef En-Nesyriโsukses mengeksekusi, sementara Belanda hanya mampu mencetak dua gol dari lima upaya, dengan Jan Paul van Hecke menjadi korban terakhir.
Bagi Maroko, kemenangan ini mengukir rekor sempurna: dua kali menjalani adu penalti di fase gugur Piala Dunia, dua kali menangโpertama melawan Spanyol pada 2022, dan kini mengalahkan Belanda. Mereka menjadi satu-satunya tim Afrika yang tak pernah kalah dalam adu penalti di ajang tertinggi sepak bola dunia.
Sementara itu, Belanda kembali menjadi korban mimpi buruk yang tak kunjung usai. Ini adalah kali keempat mereka tersingkir lewat adu penalti di Piala Dunia, menyamai catatan negatif Spanyol. Dari delapan pertandingan yang memasuki perpanjangan waktu, hanya sekali Oranje menangโyakni saat mengalahkan Kosta Rika pada 2014. Kekalahan ini semakin memperburuk citra tim yang kerap gagal menyelesaikan tugas di momen krusial.
Cody Gakpo, meski gagal membawa timnya lolos, tetap mencatatkan prestasi pribadi. Golnya menjadi yang keenam dalam karier Piala Dunia, menempatkannya di urutan kedua pencetak gol terbanyak Belanda sepanjang sejarah, hanya kalah dari Johnny Rep yang mencatatkan tujuh gol.
Dengan tersingkirnya Belanda, harapan Eropa untuk menguasai tahap lanjutan Piala Dunia 2026 semakin tipis. Sementara itu, Maroko melangkah ke babak 16 besar sebagai tim yang tak terkalahkan, siap menghadapi tantangan baru dengan keyakinan yang tak tergoyahkan.
















