terkini24.com,- Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan tidak menyelidiki dugaan pelanggaran netralitas politik oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, meski ia dilaporkan karena hubungan dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Laporan yang diajukan organisasi hak asasi manusia FairSquare menyebut Infantino, sebagai anggota IOC, telah melanggar Piagam Olimpiade dengan terlalu dekat terlibat dalam urusan politik pemerintah AS. Namun, IOC menegaskan bahwa kewenangan Komisi Etikanya hanya mencakup hubungan antara federasi internasional dan IOC sendiri, bukan hubungan antara pejabat olahraga dengan pemerintah asing. Karena itu, pengaduan tersebut dianggap berada di luar yurisdiksi IOC.

Laporan tersebut muncul setelah sejumlah kontroversi menyelimuti Infantino selama persiapan Piala Dunia 2026, termasuk pemberian piagam perdamaian kepada Trump dan keputusan FIFA yang menangguhkan kartu merah terhadap striker AS Folarin Balogun setelah Trump secara langsung menghubungi Infantino. Keputusan itu memicu kemarahan dari UEFA dan sejumlah pihak yang menilai FIFA telah campur tangan dalam urusan teknis pertandingan. Meski demikian, IOC menegaskan bahwa tata kelola internal federasi olahraga, termasuk hubungan dengan pemerintah, menjadi kewenangan masing-masing organisasi dan tidak menjadi ranah hukum etik IOC. FairSquare telah diberitahu keputusan ini, sementara IOC berkomitmen terus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam Gerakan Olimpiade.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading