Sumbawanews.com,- Arief Catur Pamungkas, bek Persebaya Surabaya, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai Timnas Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026. Dalam laga 32 besar yang berlangsung dini hari WIB, Selasa (30/6), Die Mannschaft harus menyerah 3-4 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu reguler maupun perpanjangan waktu melawan Paraguay.
Bagi Catur, kekalahan ini bukan sekadar kegagalan tim sepak bola โ tapi kehilangan sosok idola yang telah jadi bagian dari hidupnya sejak lama. Ia mengaku menjadi penggemar setia Jerman sejak masa kecil, terpesona oleh gaya permainan mereka yang mengutamakan kerja sama tim, aliran bola yang mulus, dan disiplin taktis yang menjadi ciri khas.
“Saya mendukung Jerman sejak dulu. Bukan karena hasilnya selalu menang, tapi karena cara mereka bermain. Setiap umpan, setiap gerakan, selalu punya makna,” ujar Catur, dilansir dari laman resmi Persebaya, Rabu (1/7/2026).
Meski sedih, ia tetap memberikan apresiasi penuh atas perjuangan pemain Jerman sepanjang turnamen. Baginya, kekalahan ini adalah bagian alami dari olahraga yang tak bisa dihindari โ tapi bukan akhir dari kebanggaan.
“Saya tetap bangga. Mereka bermain dengan hati, sampai detik terakhir. Semoga di Piala Dunia berikutnya, Jerman bisa kembali bangkit dan menunjukkan kenapa mereka dulu dianggap raksasa.”
Kekalahan Jerman di babak 32 besar menjadi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026, sekaligus menutup era kejayaan generasi lama yang telah mempersembahkan empat gelar dunia. Sementara itu, Catur โ seperti jutaan suporter setia di seluruh dunia โ menunggu masa depan dengan harapan, bukan ratapan.
















