terkini24.com,- Jakarta – Pascakalahan telak Timnas Belanda dari Maroko lewat adu penalti di babak 32 besar Piala Dunia 2026, pelatih Ronald Koeman tak segan menanggapi keras kritik yang menghujani strateginya. Dalam konferensi pers usai laga di Stadion Monterrey, Meksiko, Koeman menyatakan bahwa para pengkritik hanya melihat sepakbola dari sudut pandang penonton, bukan dari dalam ruang ganti atau garis lapangan.
Belanda, yang unggul 1-0 lewat gol Cody Gakpo di menit ke-42, harus menelan kekalahan 2-3 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 dalam 120 menit. Gol penyama kedudukan Maroko dicetak Issa Diop pada injury time babak kedua. Tiga eksekutor Belanda—Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville—gagal mengeksekusi penalti, sementara Maroko sukses menghantam tiga dari empat tembakan, dengan Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari menjadi pahlawan.
Koeman, yang menuai sorotan tajam karena memilih taktik bertahan setelah unggul, membela keputusannya dengan tegas. “Anda boleh mengkritik saya—itu hak Anda. Tapi Anda menonton sepakbola dari pinggir lapangan,” ujar Koeman, seperti dilansir Reuters. “Saya berada di dalamnya. Saya tahu apa yang perlu diperbaiki. Ini bukan soal takut. Kami punya tiga penyerang di lapangan. Ini soal posisi bertahan yang lebih cerdas, berdasarkan analisis mendalam terhadap lawan.”
Pelatih berusia 63 tahun itu menegaskan, keputusannya bukanlah bentuk kepanikan atau kehilangan nyali, melainkan respons strategis terhadap kekuatan ofensif Maroko yang telah membuktikan diri di babak grup. “Jika saya harus mengulanginya besok, saya akan melakukan hal yang persis sama.”
Kekalahan ini mengakhiri ambisi Belanda untuk melangkah ke babak 16 besar sebagai juara grup F, yang mereka raih dengan enam poin dari tiga laga. Maroko, yang finis runner-up di grup C, kini melaju ke babak selanjutnya sebagai tim yang mampu mengalahkan favorit dengan disiplin taktis dan ketenangan di bawah tekanan.
Koeman sendiri kini menghadapi tekanan besar dari media dan suporter, terutama setelah performa Belanda di dua turnamen besar terakhir—Piala Dunia 2022 dan Euro 2024—yang dinilai kurang memuaskan. Namun, ia tetap berpegang pada prinsipnya: keputusan pelatih harus didasarkan pada data, bukan emosi penonton.
Dengan Maroko melaju ke babak 16 besar menghadapi Kanada, dan Belanda pulang lebih awal, perdebatan soal taktik Koeman kemungkinan akan terus bergema di kancah sepakbola Eropa—tapi ia tak peduli. “Saya tidak menangani tim untuk mendapat pujian. Saya menangani tim untuk menang.”
















